Laman

Friday, January 7, 2011

FAVORITE ROCK BAND AT THE PEOPLE'S CHOICE AWARDS!

AAAHHHH!!! NO WAY!!! WE JUST WON "FAVORITE ROCK BAND" AT THE PEOPLE'S CHOICE AWARDS!!! You guys seriously have no clue how unbelievably speechless we feel. We could not possibly ask for a better group of dedicated and supportive people to call our fans. We don't deserve you and will be incredibly thankful for you and your involvement in this Paramore family for the rest of our lives. THANK YOU!

Thank you for voting for us. Thank you for supporting us. Thank you for believing in us. Despite everything that has happened recently, thank you for sticking with us. You mean more to us than you will ever know. Winning this award has happened solely because of you and your dedication. Thank you! We love you! (and since i wrote this, on behalf of Paramore, I LOVE YOU!)

The sincerest of the sincere,
Taylor

www.paramore.net

Paramore Sedih Dengar Farro Bersaudara Ngaku Disepelekan.

Josh dan Zac Farro mengaku meninggalkan Paramore karena merasa disepelekan. Tiga personel Paramore lainnya sedih mendengar hal tersebut.

Lewat blognya Josh menuliskan bagaimana ia dan Zac terpaksa untuk keluar dari band. Mereka berdua merasa semua perjuangan yang telah dilakukan Paramore sia-sia. Sang vokalis Hayley Williams menjadi lebih penting dibanding segalanya. Banyak pihak hanya mempertimbangkan kepentingan Hayley ketimbang lainnya.

Hayley pun angkat bicara. Ia membantah segala hal tersebut. Apa yang dituliskan Josh menyakiti hati personel lainnya. Mereka sedih harus berpisah dengan konflik yang akhirnya diketahui publik.

"Menyakitkan, karena kami diberitahu kalau mereka tidak bahagia, mereka tidak mau melakukan ini. Tapi ketika ini benar-benar terjadi karena hal lain, saya terkejut dan merasa terbebani. Kami melakukan inin selama 6 tahun, 7 tahun sekarang. Saya tidak berpikir semua ini sia-sia, bagi kami semua, dan sebaiknya tidak ada satupun yang mendeskriditkan itu," ujar Hayley dilansir NME, Kamis (6/1/2011).

Sang gitaris Taylor York tidak kaget ketika Josh mengeluarkan pernyataan lewat blog-nya. Namun Taylor tidak menyalahkan atau membenarkan curahan hati Josh yang merasa terabaikan tersebut.

"Berpisah sangatlah sulit dan sungguh sakit membacanya, hanya sepertinya banyak hal yang sangat relevan dengan yang terjadi," jelas Taylor.

Yang terjadi harus berlalu. Paramore sudah memutuskan untuk maju terus membuat album baru tanpa Farro bersaudara. Saudara Taylor, Justin York akan menggantikan posisi Josh selama mereka tur. Sementara Josh Freese akan menjadi drummer pengganti.

Sumber: http://m.detik.com

Wednesday, January 5, 2011

Calon Penguasa Bersama Raja Tikus

Siapa yang tidak kenal sama Abdul Rizal Bakrie, sesuai judul doi calon penguasa di negeri ini. Doi udah jadi ketua partai 'kuning' punya perusahaan segalam macem, mau calonin diri jadi capres 2014 tapi sayang bro doi ngga bayar pajak. Yuk kita tertawa yg keras HAHAHA. Kalo pemimpin negeri ini ngga bayar pajak gimana rakyatnya ntar?? Kenapa gua bisa bilang dia calon penguasa? Ini ada artikel yg berisi 'Surat Untuk ARB'

zakywahyudi2010:

Bung Ical yang terhormat,

Saya percaya anda lebih berkuasa dari presiden di negara ini. Sri Mulyani anda singkirkan dan mengungsi dari tanah kelahiran yang dicintainya. Satgas anda bungkam sehingga tak lagi bersuara. Kepolisian dan Kejaksaan anda injak saat mereka menangani sang perampok: gayus, sehingga anda pun tidak akan terkait dengan kebusukannya.

Saya percaya anda juga telah menebar magnet kharisma anda yang bernama rupiah di petinggi PSSI. Juga menanam sanak keluarga, handai taulan di tempat ini: Nirwan, Nurdin Halid, Andi Darussalam..
 
Tapi biarkan olahraga yang satu ini tetap menjadi milik kita, jangan anda rebut lagi
Anda boleh menguasai yang lainnya, apapun atau siapapun yang bisa anda beli dengan kekayaan anda.

Kami tidak peduli anda menjadi ketua partai dengan cara membeli orang-orang yang sekarang menjadi pembela anda nomor wahid. Tapi tolong jangan anda kotori kesucian olahraga ini.

Bung Ical, anda bisa memiliki segalanya, tapi jangan yang satu ini. Biarkan ini tetap menjadi milik kami. Biarkan kami meneriakkan gairah kami pada permainan yang satu ini. Bagi kami inilah ekstasi untuk sejenak melupakan kepenatan kami atas kerasnya hidup yang mungkin tidak pernah anda rasakan sejak anda menghirup udara di dunia ini. Biarkan kami meneriakan nama-nama pahlawan kami kami: Bambang Pamungkas! (bukan bambang soesatyo), Markus Horison! (bukannya (melchias) markus mekeng), Firman Utina! (tidak firman soebagyo).

Bung Ical, tidak kah anda melihat dan cemburu karenanya? Bagaimana kami melonjak, berteriak dan tersenyum bahagia sekedar dapat melihat pujaan kami. Kami teriakkan nama-nama mereka dengan cinta tanpa pamrih rupiah Irfan Bachdim!!! Christian Gonzales!!! Okto!! Saat ini mereka adalah pahlawan kami. Pahlawan dengan parfum keringat yang menetes, bukannya armani Pahlawan yang berkaus basah dan bercelana pendek, bukan pahlawan dalam setelan jas dan dasi. Pahlawan di lapangan rumput, tidak di gedung berpendingin ruangan di senayan.

Tidak kah bung bertanya, mengapa kami menjadikan mereka pahlawan? Karena mereka mencoba dengan sekuat tenaga, dengan keringat dan air mata membuat kami bahagia. Oleh karenanya, apapun hasil perjuangan mereka, nama mereka akan selalu lekat di hati kami, mereka tetap pahlawan kami. Kami pun bahagia menjadi bagian dari perjuangan mereka, walau sekedar teriakan penyemangat
Akan kami ceritakan saat-saat perjuangan mereka kelak kepada anak cucu kami.

Bung Ical, anda berkeinginan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini kelak. Oleh karena itu jangan biarkan remah-remah simpati yang tersisa pada kami lenyap. Anda mungkin ingat ungkapan : "we may forgive, but we'll never forget"
Kami tidak bisa berbuat apa-apa, tapi kami akan ingat selamanya :Lapindo, penggelapan pajak... Jangan anda tambah kekecewaan kami dengan merebut permainan ini dari kami. Jika anda ingin mendapat sedikit ucapan terima kasih dari kami. Tolong anda bisikkan sesuatu kepada Nurdin agar ia segera menyingkir dari olahraga ini.

Terima kasih bung Ical
.

Sumber: Kaskus

Lalu siapa yang tidak kenal Nurdin Halid, ya dia Raja Tikus yang bermuka borok tidak punya malu SANG KORUPTOR di negeri ini salah satu dari sekian banyak KORUPTOR di negeri ini. Berawal dari kasus penyelundupan gula impor dan yg berakibat PSSI dipimpin orang seorang dibalik jeruji, dan sempat membuat ISL berantakan. Kemuadian yang terakhir ini adalah berita soal harga tiket AFF yang terlalu mahal & management yg kacau. SBY sempat menyuruh Nurdin menurun kan harga tiket tapi diabaikan begitu saja, tapi pas ARB yg menyuruh doi langsung nurut. WTF!!!
Ada 10 kesalahan FATAL Nurdin Halid:

Sejak tahun 2004 lalu, Nurdin Halid akrab dengan masalah hukum. Masuk bui, keluar bui, bukanlah hal yang aneh baginya.

Pada 16 Juli 2004, ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) periode 2004-2009 ini ditahan sebagai tersangka kasus penyelundupan gula impor ilegal 73 ribu ton. Nurdin kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).

Hampir setahun kemudian (16/6/05), dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi ke MA. Baru pada 13 Agustus 2007, MA menyatakan Nurdin bersalah dan divonis 2 tahun penjara.

Nurdin kemudian dituntut 10 tahun penjara dalam kasus gula impor ilegal 56 ton dengan kerugian negara Rp 3,4 miliar pada September 2005. Namun dakwaan ditolak majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara pada 15 Desember 2005 karena BAP perkaranya dinilai cacat hukum.

Selain kasus tersebut, Nurdin juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Dia pun mendekam di Rutan Salemba.

Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia [sumber www.detik..com]

Dalam dunia sepakbola, ini daftar 10 dosa Nurdin Halid :

1. Menggunakan politik uang saat bersaing menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea.

2. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.

3. Terindikasi jual beli trofi sejak musim 2003 lantaran juara yang tampil punya kepentingan politik karena ketua atau manajer klub yang bersangkutan akan bertarung di Pilkada. Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004), Persipura Jayapura (2006), Persik Kediri (2006), Sriwijaya FC Palembang (2007), Persipura Jayapura (2008/2009).

4. Jebloknya prestasi timnas. Tiga kali gagal ke semifinal SEA Games yakni tahun 2003, 2007, dan 2009. Tahun 2005 lolos ke semifinal, tapi PSSI ketika itu dipimpin Pjs Agusman Effendi (karena Nurdindi penjara). Terakhir 2010 mengajak timnas pelesiran politik sehingga tak bisa konsentrasi dalam final piala AFF 2010.

5. Membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makassar pada tahun 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya.

6. Tak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIFA yang diberikan setiap tahunnya.

7. Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan. Bahkan, banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya seperti Kaharudinsyah dan Togar Manahan Nero.

8. Tak punya kekuatan untuk melobi pihak kepolisian sehingga sejumlah pertandingan sering tidak mendapatkan izin atau digelar tanpa penonton.

9. Satu-satunya Ketua Umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi.

10. Terlalu banyak intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai Ketua Umum.

 Sumber: Kaskus






Wednesday, December 22, 2010

History of 42 Percussion Ensemble

Halo saya ingin bercerita tentang tim perkusi saya dari awal terbentuk sampai sekarang hehe. Langsung saja, kami terbentuk saat kami masih duduk dikelas 3 SMA. Formasi awal Arman, Amel, Caca, Uta, Deka, Melly, Fara dan saya sendiri Reza. Saat itu nama perkusi kita 42 Drum Camp, kenapa bisa dikasih nama kaya gitu cuma Arman yang tahu kenapa kasih nama 42 Drum Camp hahaha.


Ini wajah-wajah dari 42 Drum Camp, disini kita mau perform dalam rangka acara di sekolah kami yaitu TRAFO (lomba paskibra) event yang setiap tahun diselenggarakan disekolah kami.


Dan ini saat kita perform untuk pertama kalinya khususnya untuk Deka, Caca, Uta, Melly, Fara dan saya sendiri. Cukup baik respon yang diberikan kepada para penonton yang menyaksikan aksi kita. Jujur saya merasa tegang untuk pertama kalinya main perkusi begitu juga dengan teman-teman saya yang lain hehe

Setelah kami lulus, adik kelas kami meminta agar kami mengisi acara yang mereka buat dalam rangka 17 Agustusan. Dengan senang hati kami menerima tawaran dari adik kelas kami, sambil hitung-hitung buat kumpul-kumpul juga hahaha. Dan ini beberapa foto persiapannya hehe.

 Tetep narsis ya saat latihan? hahaha

 

Ini pertama kalinya kita perform pakai alat bekas loh, ngga kalah serunya sama penampilan kita yang pertama hahaha.

Setelah beberapa bulan kami lewati, kami sudah jarang berkumpul karena kami mempunyai kesibukan masing-masing, bisa dibilang vakum karena waktu itu kami semua sedang mengurusi perkuliahan kami hehe. Tapi kadang kita suka kumpul iseng-iseng bikin part baru.

Minggu, 4 April 2010 disini kami mulai melakukan pertunjukan kami. Waktu itu ada siswi dari SMA 14 Jakarta menghubungi salah satu dari personil kami untuk meminta mengisi acara di acara sekolahnya SCOOTER Vol.4. Disini kami kehilangan 3 personil kami yaitu Arman, Melly dan Fara. Mereka tidak bisa 'bergabung' ya dikarenakan susahnya menyusun jadwal latihan karena kesibukan masing-masing hehe. Jadi kami sisa berlima deh, disini kami mengganti nama tim perkusi kami 42 Drum Camp menjadi 42 Percussion Ensemble. Kami semua group baru dengan orang-orang yang sama dengan visi misi mimpi yang sama hahaha dan ini foto-foto saat kami perform di SMA 14 Jakarta.


42 Percussion Ensemble at SMA 14 Jakarta 

Beberapa bulan kemudian, Alhamdulillah dapat tawaran manggung lagi. Kali ini dari SMA 55 Jakarta. Dalam rangka pensi sekolahnya SNAPELL. Tawaran kali ini cukup dadakan sekali. Kami dihubungin seminggu sebelum hari H. Sayang sekali 1 personil kita tidak bisa main kali ini, Uta mendapat tugas yang tidak bisa ditinggalkan, jadi kami hanya berempat. Untuk mempersiapkan semuanya buat saya pribadi ini terlalu melelahkan, karena jadwal latihan yang sangat mempet dan kurangnnya istirahat buat saya. Tapi saya pribadi dan yang lain pasti akan ngasih yang terbaik untuk penampilan kali ini. Apa lagi kita berkolaborasi dengan 20 penari. Ditambah dengan check sound jam 5 pagi membuat saya dan yang lain harus menyiapkan tenaga. Ini beberapa foto dari muka yang masih beler - check sound - perform hahaha

42 Percussion Ensemble & Crew

with panitia SNAPELL

42 Percussion Ensemble at SMA 55 Jakarta

Thanks for SNAPELL

Setelah itu kami kembali bermain di SMA kami, dalam rangka Promo Ekskul. Disini kami menambah 4 personil ada Jaka, Bagus, Bule dan Aldo.


Dengan berbagai pengalaman suatu saat kami berpikir untuk mencoba salah satu kompetisi yang diadakan oleh salah satu Televisi Swasta, dan saat itu tiba hahaha tapi kami hanya berempat karena Caca tidak bisa ikut. Kami tidak menyangka bakal lolos seleksi sampai tahap akhir walaupun ujung-ujungnya kami ga lolos hehe tapi itu telah menaikan mental kami dan menambah pengalaman buat kami hehehe

Emang rejeki sudah ada yang atur, 42 Percussion Ensemble mendapat job lagi, kali ini untuk mengisi acaranya Kompas Muda, suatu kehormatan buat kami bisa main disana hehe Kali ini kami bermain full team hahaha dan dibantu beberapa crew kami (Aldo, Bule, Shinta, Molly, Intan 1 dan 2) hahaha Intan pertama pacarnya Deka yang satu lagi pacarnya Aldo -_-"


42 Percussion Ensemble at Kompas Muda

Ini lah perjalanan tim perkusi saya sampai sekarang ini, senang sulit susah sukses sudah pernah kami alami. Kami sudah seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, kami sudah tahu karakter satu sama yang lain dan kita semua berharap anak dari kita semua bisa melanjutkan pekerjaan ini lol.

42 Percussion Ensemble's Office


42 Percussion Ensemble juga punya adik yaitu Forto Stomp. Dimana Forto Stomp terdiri dari anak-anak SMA 42 Jakarta (adik kelas kami) mereka adalah didikan Amel. Forto Stomp juga sempat mengisi beberapa acara seperti Pensi SMA 67 Jakarta, Kompas Muda dan beberapa acara di 42.

 Forto Stomp

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang selama ini telah mendukung mendoakan membantu supaya kami bisa menjadi lebih besar dari sebelumnya. Sukses kami sukses buat kalian semua :)

Follow us

Join Group
42 Percussion Ensemble

Tumblr

For booking & shows information do contact 
☎ +6285697513365 or ✉ amaliamasad@yahoo.com


We're the happiest family in the world. Drumming is our thing
Drumming is just the basic, having fun is the rest!



Josh and Zac's Exit Statement

Hey guys,


Let me start by apologizing to you for the way everything went down on Saturday.  I had a statement typed ready to post to you guys but Hayley released one without my permission.  We were not going to issue a statement until we worked out our exit agreement with Hayley.  I wish it didn’t have to happen that way, Zac and I wanted to be the ones you heard it from.  I want to be honest with you guys about how this band formulated from day one. I did not think Hayley’s version told the whole story, at least from our perspective and hopefully this will explain a bit about why we are leaving.

                Zac and I had a garage band in high school with the intentions of just making music for the love of it. We met Taylor and our friend Jason Clark at our school and found out that we shared the same musical tastes.  So, we asked them to join our band. It was some of the greatest times of our lives playing music in Taylor’s basement with them.  We obviously needed a lead singer and one day Zac met Hayley.  We asked her to come try out and eventually to join the band.

                Months down the road things changed and this band became all about Hayley.  She had a manager at the time that controlled her every move along with her parents.  They didn’t like the idea of Hayley being in a rock band so they forced her to leave wanting her to pursue a solo career.

                Hayley went off to write and record her solo demos while the four of us continued on without her.  A couple of months later Hayley came and asked us if she could use the song “Conspiracy” that we had all previously written together.  We agreed that that would be fine.  I got a call a while after that from Hayley telling me that her manager said that Zac and I were invited to be back in the band (the band we started), but not Taylor and Jason because they weren’t good enough in his eyes. Hayley brought in Jeremy and our first rhythm guitarist Jason Bynum as the other two members. 

                 We travelled to LA a few weeks later for a showcase and it was a nightmare.  Hayley’s manager would tell the band to be in the lobby of the hotel at a certain time, but he and Hayley wouldn’t show for hours.  We found out that they had been meeting with record label executives all morning without us, which is totally weird given that this wasn’t simply a solo artist, but we were a band. The band was in the dark the whole time.  After many meetings between Hayley, her manager and the labels they decided to sign her to Atlantic records. We didn’t understand why Hayley was the only one signing the contract since we were told this was a “band”, but we were too young to grasp all of this.  So far, Zac and I haven’t signed with another label, although I guess our part of Paramore sure could. Next thing we knew we were having a signing party for Hayley.

Our next move was to rerecord her solo demos with our own music rather than studio musicians to make it sound more genuine. Meanwhile, we tossed around band names. I wrote out a list of names, including “Paramore”, a name my old band with Taylor and Jason Clark had thought about using. Obviously, we settled on that name. The label received the rerecorded demos and once again tried to fire the entire band, saying we were terrible. Thankfully Hayley and I had been writing some new songs together (Hallelujah, Here We Go Again) that the label was pleased with so that acted as leverage for the band to stay. The label and management then decided to build our band up the grass-roots route. They put Hayley on Fueled by Ramen not making it known she was signed to Atlantic as well. All the while we still questioned whether or not we were an actual band, but Hayley continued to insist we were, despite our being ignored and pushed around by the label.

They then sent us all to Orlando to rehearse and write eight hours a day for our first record. Half -way though this process, Jeremy decided to quit.  We were all really upset about it. So we finished the record, replaced Jeremy, and hit the road with Hayley’s father as our tour manager/driver of a twelve-passenger van. Her dad would constantly threaten to “pull the plug” on the whole band if we complained about anything, suggesting that we were hired guns and Hayley was the real artist, when in reality we were also part of the band. We’ve always been treated as less important than Hayley. It’s been obvious how her family views things.

Jeremy ended up rejoining and we toured non-stop for two and half years building our fan base, pretending to be a band that started naturally. In reality, what started as natural somehow morphed into a manufactured product of a major label, riding on the coattails of “Hayley’s dream.”

Before recording our next record, we kicked out Jeremy for his lack of work ethic and participation in things that Zac, Hayley and I didn’t agree with.  At this point it was just the three of us to record Riot. Once the record was done, we needed a bassist and another guitarist. Eventually Zac and I convinced Hayley to let Taylor rejoin and she convinced us to let Jeremy back in, promising he had changed his ways. 
Once again we hit the road and toured on our biggest record as a band. As you all know Hayley and I dated and broke up during this album cycle. Things then started going downhill for our band. Hayley and Jeremy’s views started changing from what we all once believed in. The band almost split after cancelling a tour in Europe, but we managed to keep it together somehow. This is when Zac and I started to consider quitting the band.

Once we finished touring on Riot, we came home for a break and started writing for Brand New Eyes. Hayley presented lyrics to us that were really negative and we didn’t agree with. For example, “the truth never set me free”, which contradicts what the Bible says in John 8:32 (“and you shall know the truth, and the truth shall sat you free”). We fought her about how her lyrics misrepresented our band and what we stood for, but in the end she got her way. Instead of fighting her any longer, we decided to just roll over and let it go.

Hayley claimed that this record reunited us as band and made us grow closer together, when in reality we were all growing further apart. Suddenly the band had spilt into two sides. Touring became more difficult since we couldn’t agree on anything. The friendships our band once had were no longer existent. Amos 3:3 says, “Can two people walk together without agreeing on the direction”.  In addition to the band turmoil, touring had really taken its toll on us both. We left home at such a young age and missed taking part in normal teenage years.  When you own part of a band and are constantly playing, you make sacrifices.  Touring has taken its toll on our family members as well. I specifically remember many moments where our parents would break down in tears when we had to leave. It broke my heart. Seeing our siblings grow up so much during our absences was never easy either.

After a lot a prayer and counsel Zac and I came to the decision that it was time to leave the band. We truly feel that God is leading us elsewhere and is going to do great things with us. The intention of this statement was not to belittle or disgrace the rest of the band, it was simply to clarify our decision for leaving and our desire to finally tell you guys the truth.  We are still hoping to work out a friendly way to leave our part of Paramore intact with the remaining band members, including Hayley. 

We want to thank you guys for all of your love and support over the past 7 years. It’s been an honor creating and playing music for you. If music is what God calls us to in the future, we hope that you all will be a part of it.

All of the glory be to God,

Josh and Zac

Sunday, December 19, 2010

Paramore's Josh and Zac Farro leave the band

Guitarist Josh Farro and drummer Zac Farro have left Paramore

The three remaining band members, Hayley Williams, Jeremy Davis and Taylor York, made the announcement today (December 18) in a post on the band's official website, Paramore.net. They explained that the two brothers had announced they would be leaving some months ago.

"A couple of months ago, Josh and Zac let us know they would be leaving the band after our show in Orlando last Sunday [December 12, at the House Of Blues venue]," they wrote. "None of us were really shocked. For the last year it hasn't seemed as if they wanted to be around anymore."

They added: "We want Josh and Zac to do something that makes them happy and if that isn't here with us, then we support them finding happiness elsewhere."

They went on to explain that there was never any question of the band splitting despite losing two of its five members. "We never for a second thought about leaving any of this behind," they wrote. "We really hope that you can be encouraged by the fact that the three of us who are still here are ready to take on another chapter of our journey together."

They have not announced if the Farro brothers will be replaced. They are set to return to gigging action on a tour of south America in February and March 2011.
 
Paramore recently talked about how close they were to splitting during the recording of their 2009 album 'Brand New Eyes'.

But I will never forget how Josh and Zac were the best guitarist and the best drummer for me. Godbless Paramore and we will miss you Farro’s!

Thursday, October 28, 2010

JUAL ANEKA JAM MURAH GAN!!

Assalamualaikum..
Permisi gan, ane mau buka lapak nih hahaha ane mau jual bermacam - macam jam tangan buat cewe cowo KW SUPER sama ORI  hehehe banyak pilihannya loh ada warna putih, hitam, merah, kuning, orange, biru tua, biru muda, ungu, pink. Harganya juga pas deh dikantong :D  Sebelumnya, masalah warna ga disetiap Merk ada jadi tergantung stock hehehehe. Cekidot barangnya nih gan!

1. ICE WATCH


IDR: Rp 80.000

2. IRON SAMURAI ALL SILVER


IDR: Rp 180.000

3. ODM SPIN


IDR: Rp 70.000

4. RIPCURL


IDR: Rp 85.000

5. CASIO GOLD & SILVER


IDR: Rp 75.000

6. MONOL SPIN ORI


IDR: Rp 100.000

7. HOOPS ORI

IDR: Rp 85.000


8. NIXON NEWTON





IDR: Rp 80.000

9. MONOL

MONOL KOTAK

IDR: Rp 80.000

10. TOY WATCH


IDR: 80.000

11. ODM DOMINO


IDR: Rp 110.000

12. TOKYO FLASH GEOMESH SILVER


IDR: 180.000

13. TOKYO FLASH PIMP


IDR: 180.000

14. MONOL LIST GOLD


IDR: Rp 85.000


Harga tadi belom termasuk tempat kalo mau pake tempat nambah ongkos 8000 (MIKA) aja gan :D 

Untuk RESELLER minimal ambil 1 lusin, nanti ane kasih DISKON harga KHUSUS!!


Gimana udah nentuin pilihan? Jangan cuma dilihat aje gan hahaahaha..
Kalo mau mesen langsung aja hubungin kesini 0838 982 700 42 atau ngga add YM ane: muhammad_faizalreza@yahoo.com

Barang yang SUDAH DIBELI TIDAK BISA DIKEMBALIKAN!!

THANK YOU :D